Welcome and thank you for visiting. Hopefully this blog useful for you.
Showing posts with label teknik - teknik fotografi. Show all posts
Showing posts with label teknik - teknik fotografi. Show all posts

6.26.2011

Teknik Siluet Photography

Sekarang kita akan melihat beberapa contoh foto siluet keren dimana sang fotografer bukan hanya mampu melakukan teknik foto siluet dengan baik namun juga memaksimalkan daya kreatif-nya.
Silahkan jadikan foto-foto ini sebagai sumber inspirasi anda sebelum berburu siluet:



















Istilah siluet selalu mengacu pada bentuk luar sebuah benda tanpa memerhatikan detailnya sama sekali. Sebuah siluet biasanya terjadi karena sebuah benda membelakangi sumber cahaya. Dalam dunia fotografi, teknik siluet dipakai manakala pemotretan tidak memungkinkan untuk merekam detail lagi.

Kata ”siluet” berasal dari nama Menteri Perekonomian Perancis pada abad ke-18, Etienne de Silhouette. Dia gemar sekali menggunting profil wajah tampak samping teman- temannya. Akhirnya profil wajah manusia yang tampak dari samping itu disebut sebagai foto siluet.

Guntingan Silhouette dengan bahan kertas hitam tebal sangat populer di Perancis kala itu. Makin banyak orang yang minta diguntingkan profilnya oleh Silhouette. Perkembangan selanjutnya, foto apa pun yang hanya menampilkan profil luar atau kontur luar sebuah benda, bahkan benda mati sekalipun, lalu disebut siluet.

Melawan cahaya

Seperti telah disebut di alinea awal, foto siluet hanya bisa dibuat manakala ada cahaya kuat menghadap kamera. Akibatnya, pemotret tentu sulit merekam detail benda yang ada di antara kamera dan sumber cahaya yang ada.

Teknik siluet memang dipakai untuk mengatasi kesulitan merekam detail. Dan karena detail seakan diabaikan, sebagai kompensasi, bentuk kontur siluet yang ada haruslah jelas terekam dalam fotonya. Gestur orang atau bentuk benda yang dipotret harus langsung dipahami oleh orang yang melihat foto itu.

Sebagai contoh, foto 2 adalah foto yang kurang menggambarkan gestur atau apa yang diperbuat orang-orang yang disiluetkan. Namun, manakala foto ini hanya dipakai untuk menceritakan keindahan matahari terbit, foto ini masih cukup baik dan bukanlah merupakan foto siluet murni.

Foto 6 adalah contoh yang sangat baik untuk merekam suasana pagi di Gunung Bromo, Jawa Timur. Kontur penunggang kuda dan orang yang menuntun kuda terekam dengan sangat baik dan jelas. Orang langsung paham walau di foto itu detail kedua orang dan kedua kuda seperti pelana, baju, celana atau bahkan penutup kepala sama sekali tidak terlihat satu per satu.

Rekaman suasana

Khusus foto 3, yaitu rekaman saat Yelena Isinbayeva dari Rusia berusaha memecahkan rekor dunia lompat galah, hanya bisa dipakai untuk menggambarkan suasana pertandingan secara umum. Dalam dunia foto jurnalistik, foto siluet tidak lazim dipakai untuk menceritakan detail kejadian, misalnya untuk menceritakan kegagalan Isinbayeva melewati mistar.

Cara mengukur pencahayaan agar mendapatkan foto siluet yang pas adalah dengan mengukur memakai metode spot ke arah latar belakang foto di bagian yang mempunyai kecerahan sedang. Sebagai contoh, dalam foto 4, ukurlah dengan spot tepat ke titik tengah foto tersebut.

Sementara pada foto 3, pengukuran dilakukan kira-kira sedikit di atas ujung jari kaki kiri Isinbayeva. Pada foto 6, pengukuran spot kira-kira di depan wajah orang yang menuntun kuda.

Walau begitu, ada baiknya Anda langsung mengecek ke layar LCD setiap habis memotret. Kamera digital memungkinkan Anda untuk bisa melihat hasil pemotretan, menganalisis, dan langsung membuat foto yang lebih akurat. Arbain Rambey

teknik Selective Focus Photography

Perhatikan tulisan bagian tengah terlihat jelas


Electric motor rotor close-up, selective focus


Selective focus on advanced financial calculator keyboard


closeup of advanced financial analysis calculator background


Location             : Ancol
Shutter Speed   : 1/125 detik
ISO                     : 100
Aperture            : f/5.6


Object kereta terlihat jelas namun bagian epan dan background belakang samar 



Selective Focus/Bokeh

Teknik fotografi yang membuyarkan objek pada foto. Ada yang disebut objek depan dan objek belakang. Pada selektif fokus, foto akan mem-blur-kan objek depan atau objek belakang. Jika kedua objek blur maka foto dikatakan blur. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengatur fokus secara manual dan objek depan harus dekat dengan lensa kamera.

6.22.2011

Teknik Fotografi Slow Shutter Speed

Slow Shutter Speed
Teknis dengan menggunakan shutter speed yang rendah ( nilai besar ) . Biasa digunakan pada kondisi kurang cahaya , shutter dibuka lebiiih lama agar kamera dapat mengumpulkan cukup cahaya untuk menghasilkan gambar yg kita inginkan . Jika kita memotret suatu scene dengan beberapa obyek yang bergerak , akan menghasilkan sebuah efek baru yang keren .
Misal memotret lalu lintas di malam hari menimbulkan efek “jalur cahaya” / lightrail . Lampu dari mobil2 yang berseliweran direkam dalam sensor .









Slow Speed night adalah contoh gambar di atas. mari kita lihat teknik-teknik photography.




Teknik-teknik photography yang saya ketahui. Melalui tulisan ini saya ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang photography. Bukan berarti sudah jago sih, kalau ada kategori di bawah amatir itulah saya. Saat ini saya pun masih dalam tahap terus belajar walaupun secara otodidak baik dari buku-buku fotografi maupun dari situs-situs fotografi. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat!

Pada dasarnya membuat sebuah foto adalah memadukan antara Aperture dan Shutter Speed menjadi suatu kombinasi yang pas. 
Apa itu Aperture dan Shutter Speed ?
  • Aperture yaitu bukaan diafragma lensa (bisa dianalogikan dengan bukaan mata kita
    saat melihat benda jarak jauh atau jarak dekat) biasanya dalam ukuran f/2.8, f/5.6, f/7,f/11 dan seterusnya.
  • Shutter Speed yaitu kecepatan bukaan diafragma tadi, shutter speed berkenaan dengan berapa lama lensa menerima cahaya sewaktu diafragma di buka; dalam ukuran 1sec, 1/45sec, 1/125sec ,1/250sec, adapula yang 1/2000 sec dan seterusnya (sec:seconds/detik)
Perpaduan keduanya merupakan kombinasi yang unik, kombinasi yang saling mempengaruhi satu sama lain untuk menghasilkan sebuah foto yang kita inginkan (dan artistic tentunya).
Perpaduan Aperture dan Shutter Speed dapat menghasilkan Depth of Field (DoF) yang beragam.
Apa pula DoF itu? Depth of Field itu adalah rentang kedalaman fokus pada kamera, DoF merupakan ukuran rentang latar belakang objek foto dengan latar depannya. Mudahnya, bisa kita lihat dari blur atau tidaknya latar belakang foto kita. Kalau foto kita latar belakangnya blur berarti DoF nya dangkal begitu juga sebaliknya. Mengenai teknik dan trik mendapatkan Shallow DoF atau foto dengan latar belakang blur (ini biasanya menjadi favorit) akan saya buat tulisan terpisah.
Kembali ke Aperture (bukaan diafragma) dan Shutter Speed (kecepatan).
Aperture itu mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke lensa kamera.
Semakin besar bukaan diafragma (aperture tadi) maka cahaya yang masuk semakin banyak. Bukaan diafragma besar ditandai dengan angka yang kecil misalnya f/2.8, f/4 sampai f/5.6. Fungsinya untuk menajamkan objek tunggal contohnya kalau kita akan memotret orang, bunga, hewan sebagai objek tunggal dan kita menginginkan latar belakang yang blur namun objeknya tetap tajam.
Sebaliknya bukaan diafragma yang kecil (ditandai dengan angka besar spt f/8,f/10, f/11 dst.) akan menajamkan semua bagian foto baik itu objeknya maupun latar belakangnya).
Kondisi ini berguna saat kita akan memotret objek seperti pemandangan ataupun perkotaan dimana hasil foto tajam semua.
Semakin besar bukaan diafragma, semakin sedikit wilayah ketajaman foto kita (shallow depth-of-field)

Teknik Panning Fotografi

Panning
Sekarang tentang tehnik fotografi panning, tehnik ini pengaturannya sama seperti movement, akan tetapi panning lebih condong dengan tampilan gerakan objek melalui background yang bergerak.
Contoh foto Panning:


perhatikan background





perhatikan background





perhatikan background


Cara mengambil foto panning dengan mengatur fokus ke auto focus, dan menekan setengah tombol shutter sambil mengikuti pergerakan objek, jika merasa sudah mengimbangi gerakan objek tekan tombol shutter penuh.
Maka anda akan mendapatkan hasil foto dengan objek yang terfokus akan tetapi backgroundnya berbayang, namun jika hasil fotonya semua berbayang mungkin karena anda belum pas mengikuti pergerakan objeknya atau shutter speed terlalu lambat, tapi dengan sering mencoba pasti bisa menghasilkan foto yang baik.
Untuk tehnik panning berbeda dengan movement, anda akan lebih leluasa mengikuti pergerakan objek tanpa menggunakan tripod.

Tehnik dasar fotografi untuk pemula

DOF ( Depth Of Field )

Depth of Field (DOF) atau ruang tajam ini adalah tehnik dasar fotografi, DOF berperan untuk menghasilkan foto dengan variasi ketajaman ( fokus ). Setiap foto memiliki kedalaman ( depth ) yang terbagi atas foreground ( depan ) dan background ( belakang ).
DOF sama seperti halnya dengan mata kita, coba anda acungkan jari di depan mata, dan anda fokus untuk melihat jari anda, pasti backgroundnya akan terjadi blur. Dan sebaliknya coba nda fokus untuk melihat backgroung, pasti jari anda akan blur.
Contoh foto DOF ( Depth Of Field ):




perhatikan background






perhatikan background






perhatikan backgroung



Pasti anda pernah melihat foto dengan suatu objek yang tajam dengan background yang blur. Teknik sangat digemari karena dapat memperkuat objek pada foreground dan juga terasa lebih artistik. Caranya adalah dengan bukaan diafragma yang besar, misalnya F/1.4, F/1.8, F/2, dst. Semakin kecil angka di belakang huruf F,semakin besar bukaan diafragmanya.
Logikanya gini misalkan mata anda memiliki kekurangan misalnya minus 2 ( -2 ) dan anda tidak menggunakan kacamata pasti anda tidak mampu untuk melihat benda yang jauh karena blur. Coba anda sipitkan mata anda, sama saja seperti mengecilkan bukaan lensa kamera pasti penglihatan anda akan lebih fokus. Namun jika terlalu sipit maka penglihatan akan gelap. ^^